Salah satu background mengapa terumbu karang Indonesia harus sahabat lestarikan, juga harus sahabat kemas ke dalam sebuah blog adalah melimpahnya sumber daya laut Indonesia. Ya, sahabat semua tahu bahwa tiga perempat dari wilayah Indonesia adalah laut, dan hal ini mempunyai korelasi (hubungan) yang positif terhadap kuantitas sumber daya laut Indonesia.
Sungguh prestasi yang membanggakan karena terumbu karang Indonesia merupakan bagian dari segitiga karang dunia, terlebih Indonesia adalah jantungnya (the heart of global coral triangle). Selain itu, terdapat suatu data bahwa 75 persen dari spesies terumbu karang dunia berada di Indonesia dengan tutupan terumbu karang terbesar, memiliki lebih dari 3000 spesies ikan karang, memiliki luasan tutupan mangrove terluas di dunia, dan sebagai area pemijahan dan pertumbuhan larva ikan tuna terbesar.
Masalah Ekosistem Laut Indonesia
| Gambar 2. Perilaku Manusia Tidak Ramah Lingkungan |
Tingginya kuantitas aset sumber daya laut Indonesia, seolah-olah membuat masyarakat Indonesia cenderung bersifat konsumtif dan mengeksplorasi secara terus menerus dan bahkan secara besar-besaran tanpa mempertimbangkan adanya pelestarian. Sekali lagi perlu diperhatikan bahwa, meskipun ekosistem laut merupakan ekosistem yang dapat diperbaharui, bukan berarti tanpa pelestarian sumber daya laut itu bisa bertahan untuk anak cucu mendatang.
Jika ditelisik sekilas tentang faktor yang menyebabkan permasalahan laut di Indonesia datang dari perilaku manusia itu sendiri. Secara umum, penangkapan ikan yang tidak bersahabat (pukat harimau, bom ikan, dan sebagainya), penangkapan yang berlebih dari standar kapasitas, kerusakan habitat ekosistem laut akibat penjarahan yang ilegal, perubahan iklim yang juga tidak dapat dilepaskan dari perilaku manusia (global warming), maupun polusi (tanah, air, dan udara) yang tentunya berimbas pada ekosistem laut.
Cara Sederhana untuk Mencegah dan Menanggulangi
Banyak cara yang dapat sahabat lakukan untuk mencegah ataupun menanggulangi permasalahan ekosistem laut, terutama terumbu karang. Satu metode yang sering digebu-gebukan akhir-akhir ini adalah 4R - Reduce, Reuse, Recycle, Respect. Secara sederhana, dapat berupa penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan (bila perlu didaurulang untuk sampah anorganik), selalu mengedepankan prinsip ekowisata (menjaga etika lingkungan dalam berwisata : tidak menginjak karang, tidak mengambil terumbu karang, tidak mengambil pasir, dan sebagainya), pemanfaatan sumber daya hemat yang energi, dan termasuk mengembangkan budaya baca, tulis, dan sharing informasi untuk pelestarian lingkungan, terutama fokus pada pelestarian terumbu karang. Semoga Bermanfaat ya :)


0 komentar:
Posting Komentar