Tiga Ayam Petelur
Suatu
hari tiga telur menetas bersamaan dalam rimbun jerami tua di pesawahan
desa. Anak-anak ayam itu terlihat begitu cantik dengan bulu kuning
halusnya. Tak lama kemudian pak tani pemilik sawah menemukan mereka dan
memeliharanya hingga mereka tumbuh besar menjadi ayam-ayam betina yang
sehat dan kuat.
Tibalah saat mereka untuk mulai bertelur. Pak tani mulai menyiapkan
tempat khusus dan nyaman untuk ayam-ayamnya dan seperti yang diharapkan,
ayam-ayampun bertelur.
Ayam pertama saat mulai bertelur, begitu gembira terutama melihat pak
tani tersenyum pada telurnya. Namun disayangkan si ayam mulai merasa
dimanfaatkan pak tani ketika telur diambil dari kandang. Iapun mogok
bertelur.
Pak tani lalu memberikan berbagai macam vitamin dan pakan kesukaan si
ayam. Ayam pun mulai bertelur kembali meski sering tersendat-sendat.
Pada akhirnya pak tani memutuskan untuk memotong ayam pertama karena
ongkos pakan yang lebih tinggi daripada telur yang dihasilkan.
Ayam kedua saat bertelur juga merasa bahagia melihat pak tani
tersenyum. Ia merasa jika bertelur, ia menjadi begitu menarik. Maka saat
bertelur, ia selalu berkotek untuk menarik perhatian pak tani.
Namun beberapa hari kemudian ia kecewa karena kotekannya diabaikan
pak tani dan menyuruh orang suruhannya untuk memungut telur si ayam tiap
berkotek.
Kegembiraan juga dirasa oleh ayam ketiga saat mulai bertelur. Namun
hal itu tak terlalu menguasai perasaannya karena ia menyadari bahwa ia
adalah jenis ayam petelur.
Dan si ayampun terus bertelur dan bertelur hingga melewati usia produktifnya.
Terima kasih ..
Semoga bermanfaat :)
Sumber klik disini
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar